Investasi Microsoft di Indonesia Kalah Saing dengan Malaysia

By | Mei 14, 2024

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menanggapi pertanyaan publik tentang perbedaan mencolok nilai investasi Microsoft di Indonesia dan negara tetangga Malaysia.

Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa kesenjangan tersebut disebabkan oleh tingkat adopsi kecerdasan buatan (AI) yang masih insipien di Indonesia.

“Di negara tetangga, adopsi AI mungkin lebih intensif. Indonesia masih dalam tahap awal. Namun, dari sisi regulasi, kami termasuk yang terdepan,” kata Nezar di Jakarta, Senin.

Microsoft baru-baru ini mengumumkan investasi senilai US$1,7 miliar (Rp27,6 triliun) di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI dalam empat tahun ke depan. Namun, di Malaysia, Microsoft menginvestasikan US$2,2 miliar (Rp35,2 triliun) untuk tujuan serupa.

Menurut Nezar, untuk meningkatkan peran dan adopsi AI di Indonesia, diperlukan peningkatan riset dan pengembangan. Hal ini diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan juga pemain global di bidang AI.

Pemerintah, lanjut Nezar, berkomitmen menyediakan pengaturan tata kelola AI untuk menjamin pemanfaatan dan pengembangan AI yang bertanggung jawab. Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam forum global untuk membentuk tata kelola AI yang aman dan inklusif.

“AI sangat krusial. Kita harus mempersiapkan generasi muda, berkolaborasi global, dan menciptakan AI yang aman dan inklusif. Untuk Indonesia, kita akan memanfaatkan AI untuk mewujudkan negara yang lebih terkoneksi, digital, dan sejahtera,” tutup Nezar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *